Akhirnya Tertangkap Juga Penganiayaan Pria Keterbelakangan Di Lap benteng

Akhirnya Tertangkap Juga Penganiayaan Pria Keterbelakangan Di Lap benteng

Akhirnya Tertangkap Juga Penganiayaan Pria Keterbelakangan Di Lap benteng - Teka-teki penganiaya pemuda berkebutuhan khusus berinisial AAF alias Iyan terpecahkan. Para pelaku pun berhasil ditangkap.

AAF, ditemukan keluarga dalam kondisi penuh luka di sekujur tubuh di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat.

Ayah AAF, Herman mengatakan, polisi telah menangkap sekira sepuluh orang yang diduga menganiaya putranya. Dari sepuluh orang, dia mendapatkan informasi, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

"Awalnya lebih dari 10 yang ditangkap. Tapi yang benar-benar terbukti mengeksekusi anak saya ada delapan orang. Mereka sudah pakai baju tahanan kok," kata Herman saat dihubungi duniaaneka Rabu (22/8).

Herman melanjutkan, salah satu pelaku yang berjenis kelamin perempuan. Namun, Herman tak mengetahui detail indentitas para pelaku.

"Saya belum di informasikan sama penyidik (indentitas). Saya cuma tahu 8 orang tersangka. Salah satunya ada yang perempuan. Penyidik juga bilang kemungkinan besar akan bertambah," ujar dia.

Herman kelihatannya masih terpukul. Ia pun sampai tak mampu menceritakan kembali perlakuan yang menimpa anaknya tersebut.

"Aduh pak. Tidak tega menceritakan. Anak saya dibikin bancakan. Sama dia-dia orang (pelaku). Tidak tega," tukas dia.

BACA JUGA : 




Sebelumnya, pemuda difabel bernama Ali Rahmat Firmansyah alias Iyan (20) ternyata disiksa selama hampir lima jam di sebuah pos keamanan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/8) malam oleh sembilan pelaku. Korban dianiaya sembilan pelaku yang terdiri dari empat petugas keamanan dan lima panitia acara pameran flora dan fauna karena dituduh mencuri uang.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Ari Ardian mengatakan, setelah puas menganiaya, para tersangka kemudian menyerahkan Iyan kepada petugas Dinas Sosial Jakarta Pusat pada Sabtu (18/8) pagi.

"Kurang lebih dari jam 22.00 WIB sampai jam 03.00 WIB, lalu sampai jam 10.00 WIB diberikan ke dinas sosial," kata Ari di Jakarta, Rabu (22/8).

Di pos tersebut, kata Ari, korban layaknya seorang penjahat yang dianiaya secara brutal. Pemuda berkebutuhan khusus itu dipukul, diinjak, tubuhnya disundut menggunakan rokok dalam kondisi tangan diborgol. Bahkan, Iyan juga mendapatkan ancaman dari salah satu tersangka yang membawa senjata airsoft gun.

"Di sana dilakukan interogasi seraya dilakukan tindakan kekerasan. Korban dipukuli, ditendang dan diikat. Bahkan disundut beberapa bagian badan perut dan tangan dengan menggunakan puntung rokok," kata Ari.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan sembilan tersangka. Mereka adalah AS alias PA, HS, RFS, SN, S alias Y, BMB, ADN, DR dan seorang perempuan berinisial MR alias R.

Kasus penganiayaan terhadap pemuda difabel itu terungkap setelah Iyan dikabarkan hilang sejak meninggalkan rumah pada Jumat (17/8). Iyan baru ditemukan pada Sabtu (18/8) saat dibawa petugas ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya, Jakarta Barat.

NONTON JUGA :


Comments